Poltekkes Kemenkes Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Koordinasi Penggunaan Aplikasi Sistem Manajemen Penilaian CPL (SIMPEL) secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin Legi (8/6). Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 20 Poltekkes Kemenkes di Indonesia yang terdiri atas Wakil Direktur I, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan, Kepala Subbagian, serta Tim Teknologi Informasi (IT).
Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan mekanisme adopsi SIMPEL (Sistem Manajemen Penilaian CPL) yang dikembangkan oleh Poltekkes Kemenkes Yogyakarta sebagai upaya mendukung optimalisasi penilaian ketercapaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) serta memperkuat sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi di lingkungan Poltekkes Kemenkes.
Direktur Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Dr. Iswanto, S.Pd., M.Kes., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengembangan aplikasi SIMPEL merupakan bentuk komitmen Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dalam menghadirkan sistem penilaian CPL yang lebih terintegrasi, terdokumentasi, dan mudah dievaluasi. Melalui kegiatan koordinasi ini, diharapkan proses adopsi SIMPEL oleh 20 Poltekkes Kemenkes dapat berjalan dengan baik.
Selanjutnya, Handoko Riwidikdo, S.Kp. selaku tim pengembang SIMPEL memaparkan mekanisme adopsi aplikasi, mulai dari proses registrasi institusi, persyaratan administrasi, instalasi aplikasi, hingga pengelolaan akun pengguna. Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai alur penggunaan sistem serta langkah-langkah yang perlu dipersiapkan sebelum aplikasi diimplementasikan di masing-masing institusi.
Koordinasi berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai masukan dan pertanyaan dari peserta terkait proses registrasi, penggunaan email institusi, kebutuhan infrastruktur teknologi informasi, hingga mekanisme operasional aplikasi menjadi bahan penyempurnaan proses adopsi SIMPEL.
Melalui kegiatan koordinasi ini, diharapkan proses adopsi aplikasi SIMPEL oleh 20 Poltekkes Kemenkes dapat berjalan secara bertahap dan optimal sehingga mampu mendukung penilaian ketercapaian CPL yang lebih efektif, akuntabel, dan selaras dengan peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi kesehatan.